Agustus Terjadi Deflasi, tapi Inflasi Tahun Berjalan Capai 4,69 Persen

Data perkembangan inflasi hingga Agustus 2022

Editor: Yoyok - Kamis, 1 September 2022 | 12:30 WIB

Sariagri - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan pada periode Agustus 2022 terjadi deflasi sebesar 0,21 persen. Namun secara tahun kalender year on year (yoy) terjadi inflasi sebesar 3,63 persen. Sementara secara year to date tingkat inflasi menjadi yang tertinggi yaitu 4,69 persen.

"Pada Agustus 2022 terjadi penurunan indek harga konsumen atau IHK dari 111,80 pada Juli 2022 menjadi 111,57 pada Agustus 2022," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono, Kamis (1/9).

Dijelaskan deflasi yang terjadi pada Agustus 2022 merupakan yang terdalam sejak September 2019. Saat itu deflasi mencapai 0,27 persen. Berdasarkan kelompok pengeluaran, penyumbang utama deflasi ini adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau.

"Andil kelompok makanan, minuman ini terhadap deflasi sebesar 0,48 persen. Komoditas yang menjadi penyebabnya adalah bawang merah andilnya 0,15 persen dan cabai rawit 0,12. Dengan pulihnya pasokan menyebabkan cabai merah dan bawang merah harganya turun," sambung Margo.

Selain itu transportasi dengan andil 0,01 persen yang dipicu oleh penurunan harga avtur serta adanya kebijakan pemerintah yang menggratiskan tarif PNBP untuk jasa pendaratan, penempatan dan penyimpanan pesawat di bandara.

Berdasarkan komponen, deflasi yang terjadi di bulan Agustus 2022 lebih besar dipengaruhi oleh komponen harga bergejolak. Tingkat inflasi dari komponen ini sebesar 2,90 persen dengan andilnya mencapai 0,51 persen. 

Menurut Margo, pemicu deflasi pada periode itu adalah bawang merah, cabai merah, minyak goreng, dan daging ayam ras yang turun harga.

Baca Juga: Agustus Terjadi Deflasi, tapi Inflasi Tahun Berjalan Capai 4,69 Persen
Inflasi Inggris Pecah Rekor, Juli 2022 Tertinggi Sejak 1982

Namun untuk komponen inti justru terjadi inflasi sebesar 0,33 persen dengan andil 0,06 persen. Komoditas yang menjadi pendorong inflasi pada komponen inti adalah biaya pendidikan dan tarif kontrak rumah yang meningkat. Sementara untuk harga yang diatur pemerintah terjadi inflasi sebesar 0,36 persen dengan andil 0,24 persen.

"Juli-Agustus itu ada momentum penerimaan mahasiswa baru itu membuat kenaikan tarif dibandingkan bulan sebelumnya," ulasnya.