Dihantam Gelombang Panas Ekstrem, Warga Cina Pilih Ngadem Pakai Balok Es

Ilustrasi kota yang terkena gelombang panas. (pixabay)

Editor: Dera - Rabu, 31 Agustus 2022 | 13:00 WIB

Sariagri - Cina tengah menghadapi gelombang panas yang disertai kekeringan. Keadaan tersebut semakin diperparah dengan aturan Pemerintah Cina untuk menghemat listrik. 

Hal itu pun menyebabkan penduduk Cina sulit menggunakan AC dan mereka berusaha menemukan cara yang dapat membantu mereka tetap sejuk di luar rumah.

Mengutip The Independent, gelombang panas di beberapa daerah di Cina memiliki suhu ektrem bahkan mencapai di atas 40 derajat Celisus. Penduduk Cina pun melakukan berbagai langkah dan inovatif untuk memerangi ganasnya gelombang panas. 

Makan di restoran yang berada 30 meter di bawah tanah hingga berendam di ember es, menjadi pilihan penduduk Cina untuk meredakan rasa panas yang mereka rasakan. 

Bahkan di Chongqing, Cina, terdapat restoran gua. Restoran itu diubah dari tempat perlindungan bom di masa perang, menjadi restoran di bawah tanah anti terik matahari. Penjualan air kemasan, es krim, dan es balok juga naik. Banyak orang terlihat beristirahat di dalam mal dan di kursi pijat agar tetap merasa sejuk.

Di banyak daerah, es balok menjadi pilihan untuk meredakan panas. Orang-orang menaruh balok es di samping meja kantor dan kebun binatang menyediakannya agar panda tidak kepanasan.

Kekeringan Berujung Krisis Listrik

Hilangnya aliran air ke sistem tenaga air di Sichuan memicu apa yang oleh pihak berwenang digambarkan sebagai "situasi serius". Daerah yang bergantung pada pembangkit listrik tenaga air meminta kantor dan pabrik untuk membatasi penggunaan listrik, yang mengakibatkan kerugian dan bahkan gulung tikar.

Baca Juga: Dihantam Gelombang Panas Ekstrem, Warga Cina Pilih Ngadem Pakai Balok Es
Jurus Jitu Cina Menyelamatkan Pertanian dari Hantaman Gelombang Panas

Penduduk di Sichuan diminta untuk menyalakan AC di atas 26 derajat Celsius. Sementara stasiun kereta dan tempat-tempat umum meredupkan lampu. Distrik Bund yang ikonik di Cina juga mematikan lampu hias untuk menghemat listrik. 

Kondisi kekeringan di Cina terus memburuk selama berminggu-minggu. Sungai-sungai utama menyusut ke rekor terendah dan mengurangi produksi pembangkit listrik tenaga air dan mendorong krisis listrik.