Seni Gerabah, Seni Budaya yang Punya Nilai Manfaat dan Ekonomi

Ilustrasi Hasil Seni Gerabah (Pixabay)

Penulis: Triana, Editor: Reza P - Sabtu, 1 Oktober 2022 | 23:00 WIB

Sariagri - Seni dan Budaya di Indonesia sudah tidak diragukan lagi beragam jenisnya. Termasuk jenis kerajinan tangan dari orang terampil mengolah bahan sederhana, hingga menghasilkan sesuatu yang bernilai jual tinggi harganya. Sebut saja salah satunya adalah produksi gerabah Kasongan.

Dimulai dari tanah liat yang diolah menjadi berbagai bentuk kerajinan, gerabah Kasongan memberikan hasil produksi tidak monoton hanya sebatas alat-alat dapur saja. Tetapi dapat dibentuk menjadi beragam seni rupa lainnya seperti asbak, guci, pot bunga, patung, souvenir dan sebagainya.

Potensi bisnis yang begitu besar dari produksi seni rupa ini membuat para pengrajin terus berupaya memberikan inovasi produk terbaru lewat tangan-tangan lihai mereka. Itulah sebabnya gerabah Kasongan mampu bertahan mengikuti perkembangan zaman. Lantas, apa saja hasil produksinya?

1. Pot Tanaman

Baca Juga: Seni Gerabah, Seni Budaya yang Punya Nilai Manfaat dan Ekonomi
Inovasi Teknologi Reproduksi Pada Kerbau Bisa Hasilkan Kelahiran Kembar



Wadah yang dibutuhkan untuk menanam tanaman juga dapat dibentuk dari gerabah Kasongan. Pot memang terlihat tampak sederhana. Namun, ketika memiliki sebuah seni di dalamnya tentu akan bernilai jual tinggi.

Pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII hingga ke IX, pot tanaman memiliki banyak peminat termasuk pemimpin Keraton Yogyakarta tersebut demi memperindah taman-taman yang ada di sekelilingnya.

Pot tanaman yang berasal dari gerabah Kasongan pada masa kini sudah semakin bervariasi bentuk dan coraknya. Dalam memenuhi kebutuhan pemesan, para pengrajin biasanya membuat wadah tanaman tersebut dengan warna atau lukisan yang indah.

2. Atap Rumah

Ada saja kreativitas perajin dari Desa Kasongan yang mampu mengeksplorasi kegunaan gerabah hingga merambah pada konstruksi bangunan. Salah satunya adalah Sarijo sarjana muda lulusan Universitas Negeri Yogyakarta.

Sarijo dengan bekal pendidikannya di Perguruan Tinggi membuat sebuah rancangan baru, dengan konsep unik dan menarik. Fokus usaha gerabahnya lebih ke arah bangunan terutama untuk atap bangunan biasa disebut wuwungan.

Wuwungan yang dikerjakan oleh Sarijo memiliki detail rumit dan memiliki ciri khas tersendiri. Dirancang dengan teliti untuk menghiasi atap rumah pemesannya. Bisa dibayangkan betapa cerdiknya lulusan Sarjana ini dalam memanfaatkan usaha gerabah.

3. Ubin Terakota

Seni kerajinan gerabah Kasongan dari segi bangunan juga merambah melalui ubin terakota. Bagian paling bawah dari konstruksi ini, turut dimanfaatkan perajin untuk unjuk kreativitas dalam menyuguhkan keramik indah, natural dan unik bentuknya.

4. Perlengkapan Dapur

Perajin di Desa Kasongan tidak hanya didominasi oleh pria melainkan ada perajin wanita yang lebih tahu untuk urusan dapur. Pada awalnya gerabah memang dimanfaatkan untuk keperluan alat-alat dapur seperti tungku, kuali, piring, mangkok dan sebagainya.

Fungsi gerabah yang diolah menjadi alat-alat dapur tidak berhenti di tengah zaman. Sampai saat ini masih ada perajin memanfaatkannya untuk kebutuhan rumah tangga tersebut. Maka, tidak heran bila ada yang menjualnya secara online selain memasarkan produknya di depan rumah.

Perabotan dapur yang berasal dari Desa Bangunjiwo memiliki nilai seni dan kental dengan unsur budaya Jawa. Maka tidak heran produksi gerabah Kasongan mampu menarik minat wisatawan dalam maupun luar negeri ketika berkunjung ke daerah wisata tersebut.

Video Terkait