Puluhan Ribu Buruh Demo Tolak Kenaikan BBM: Ini Namanya Menindas Rakyat

Demo Buruh. (Sariagri/Antara)

Editor: Reza P - Selasa, 30 Agustus 2022 | 15:45 WIB

Sariagri - Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengatakan, serikat buruh akan menggelar aksi unjuk rasa tolak kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) secara serentak 6 September 2022 mendatang. Aksi ini akan diikuti puluhan ribu buruh di seluruh Indonesia.

Aksi unjuk rasa akan dipusatkan di dua titik yaitu gedung DPR dan di kantor gubernur daerah masing-masing. 

"Aksi ini akan diikuti puluhan ribu buruh. Untuk di DPR RI masa aksi berjumlah hampir 5 ribu buruh masa aksi. Sedangkan ribuan buruh lainnya berunjuk rasa di kantor gubernur," kata Said dalam konferensi pers yang digelar daring, Selasa (30/8).

Ada tiga isu yang diangkat dalam aksi ini, pertama Partai Buruh dan organisasi buruh menolak rencana kenaikkan harga BBM. Kedua, buruh juga menolak pengesahan omnibus law cipta kerja. Ketiga, buruh mendesak kenaikkan upah buruh tahun 2023 sebesar 10 hingga 13 persen.  

"Ada beberapa alasan yang saling terkait kenapa Partai Buruh dan organisasi serikat buruh KSPI, FSPMI menggelar aksi. Alasan pertama kenaikkan harga BBM yang direncanakan 30 persen khususnya BBM bersubsidi pertalite menjadi 10 persen mengakibatkan daya beli buruh dan masyarakat kecil akan menurun drastis," jelasnya.

Said Iqbal menambahkan jika sudah tiga tahun berturut-turut upah buruh tidak mengalami kenaikan akibat omnibus law cipta kerja yang dituangkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021. Said mengatakan Menaker sudah mengumumkan tahun 2023 kenaikan upah tetap menggunakan PP 36/2021.

Baca Juga: Puluhan Ribu Buruh Demo Tolak Kenaikan BBM: Ini Namanya Menindas Rakyat
Tarif Angkutan Umum Tetap Saat BBM Naik, Demokrat: Percaya Omongannya?

"Artinya upah pekerja masyarakat kecil  kembali  tidak mengalami kenaikan atau 0 persen. Secara bersamaan inflasi sudah diumumkan pemerintah berkisar 4,9 persen sebelum kenaikan BBM. Pertumbuhan ekonomi berkisar 5,1 persen," ucapnya.

Tiga tahun upah buruh tidak naik ditambah ancaman inflasi yang akan meningkat saat kenaikan harga BBM dinilai akan memberatkan masyarakat. 

“Ini namanya menindas rakyat," tegas Said.