Mengenal Apa Itu Inflasi, Penyebab, Dampak dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi uang rupiah (Pxhere)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Dera - Senin, 22 Agustus 2022 | 19:15 WIB

Sariagri - Istilah inflasi tentunya sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Kata inflasi sering digunakan jika menyangkut informasi soal stabilitas perkonomonian suatu negara. Lantas apa itu inflasi?

Pengertian Inflasi

Inflasi adalah suatu keadaan di mana terjadinya kenaikan beberapa harga barang dan jasa. Menurut laman Bank Indonesia (BI) inflasi dapat diartikan sebagai kenaikan suatu harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Sementara Deflasi merupakan kebalikan dari inflasi, yakni penurunan harga barang secara umum dan terus menerus.

Menurut KBBI, pengertian inflasi adalah kemerosotan nilai uang (kertas) karena banyaknya dan cepatnya uang (kertas) beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang. Dengan demikian, inflasi bisa diartikan menurunnya nilai mata uang karena beberapa faktor.

Badan Pusat Statistik (BPS) mendefinisikan inflasi adalah keadaan perekonomian negara di mana ada kecenderungan kenaikan harga-harga dan jasa dalam waktu panjang. Penyebabnya karena tidak seimbangnya arus uang dan barang. Jika inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa dalam periode tertentu.

Penyebab Inflasi

Ada berbagai faktor terjadinya inflasi suatu negara.

1. Permintaan tinggi

Permintaan tinggi terhaadp suatu barang dan jasa menjadi salah satu penyebab inflasi. Umumnya, hal ini disebabkan karena stok barang yang sudah menipis sementara permintaan sangat tinggi, maka stok barang yang masih tersedia tersebut akan mengalami kenaikan harga. Begitu juga dalam bidang jasa, jika terdapat pembatasan kuota penggunaan suatu jasa maka memungkinkan terjadinya kenaikan harga.

2. Meningkatnya Biaya Produksi

Apabila sektor produksi mengalami kenaikan harga seperti bahan baku ataupun upah pegawai, maka secara otomatis produsen juga akan menaikan harga agar pendapatan keuntungan serta kegiatan produksi dapat terus berlanjut dalam jangka waktu yang panjang.

3. Peredaran Uang dengan Jumlah Tinggi

Inflasi bisa disebabkan oleh peredaran uang dengan jumlah yang tinggi di tengah masyarakat. Hal ini dikarenakan ketika jumlah uang di masyarakat meningkat, maka secara otomatis harga barang atau jasa akan ikut mengalami kenaikan.

Dampak Inflasi

Dampak inflasi seringkali identik dengan efek negatif karena adanya kenaikan harga barang, sehingga membuat daya beli masyarakat menurun, terutama pada warga berpendapatan menengah ke bawah.

Cara Mengatasi Inflasi

Mengutip dari berbagai sumber, inflasi ditekan melalui beberapa cara.

1. Kebijakan Fiskal

Cara pertama yang bisa dilakukan untuk menekan inflasi adalah kebijakan fiskal. Kebijakan fiskal ini sendiri berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran dari anggaran pemerintah.

Kebijakan fiskal ini antara lain dengan meningkatkan tarif pajak, mengurangi pengeluaran dari pemerintah dan melakukan pinjaman.

2. Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter atau kebijakan keuangan menjadi salah satu cara mengatasi inflasi yang bisa dilakukan. Kebijakan moneter ini bisa dilakukan dengan menambah ataupun mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini diambil untuk menjaga kestabilan moneter dengan tujuan bisa meningkatkan kesejahteraan dari masyarakat suatu negara.

3. Kebijakan Non-fiskal dan Non-moneter

Tak hanya menggunakan kebijakan fiskal dan juga kebijakan moneter, pemerintah juga bisa menggunakan kebijakan non fiskal dan juga non moneter. Kebijakan nonfiskal dan nonmoneter ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, mulai dari menambah ahsil produksi, mempermudah izin impor, menstabilkan pendapatan masyarakat, hingga pengawasan distribusi barang.

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Inflasi, Penyebab, Dampak dan Cara Mengatasinya
Pemprov Lampung Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Tahun 2022

Melansir dari Bank Indonesia, dampak inflasi yang tinggi akan menyebabkan pendapatan riil masyarakat akan terus turun sehingga standar hidup dari masyarakat turun dan akhirnya menjadikan semua orang, terutama orang miskin, bertambah miskin.

Ketiga, tingkat dampak inflasi domestik yang lebih tinggi dibanding dengan tingkat inflasi di negara tetangga menjadikan tingkat bunga domestik riil menjadi tidak kompetitif sehingga dapat memberikan tekanan pada nilai rupiah.

Video Terkait