Atasi Krisis Ekonomi Dunia, Jokowi: Tak Bisa Bekerja Rutinias dan Standar

Presiden Joko Widodo saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi. (Ist)

Editor: M Kautsar - Kamis, 18 Agustus 2022 | 15:30 WIB

Sariagri - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan jajarannya mengenai kondisi yang harus di hadapi pasca pandemi Covid-19 dan konflik geopolitik yang bergejolak. Dia mengatakan semua negara saat ini sedang menghadapi situasi yang sangat sulit.

“Sudah berkali-kali saya sampaikan, situasi yang kita hadapi tidak mudah,” ucap Jokowi, saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2022, Kamis (18/8).

Jokowi mengatakan jajarannya tidak boleh bekerja dengan rutinitas yang sama dan standar. Serta, tidak bisa pula menggunakan standar baku dan pakem.

“Karena memang keadaannya tidak normal. Tidak bisa kita memakai standar baku, standar pakem. Tidak bisa,” ujar dia.

Jokowi mengatakan bahwa pejabat di tingkat kementerian dan pemerintah daerah tidak bisa melihat masalah ekonomi dunia saat ini dari sisi makronya semata. Mereka diperintahkan mengamati detail mikro ekonominya juga.

“Detailnya juga dilihat melalui angka-angka dan data-data,” kata dia.

Jokowi berharap Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPIP dan TPID) bekerja sama dengan wali kota. bupati, dan gubernur. “Tanyakan di daerah kita yang harganya naik, yang menyebabkan inflasi. Bisa saja beras, bisa saja bawang merah, bisa saja cabai,” ucap dia.

Jokowi juga meminta TPIP dan TPID untuk menghubungkan daerah mana yang memiliki pasokan komoditas tertentu dan daerah mana yang kekurangan pasokan tertentu. “Ini harus disambungkan. Karena ini negara besar sekali, terdapat 514 kabupaten/kota, 37 provinsi,” ujar dia.