Sungai Yangtze Semakin Kering, Cina Siapkan Mekanisme Hujan Buatan

Sungai Yangtze, Cina. (Foto: Wikimedia Commons)

Editor: Putri - Kamis, 18 Agustus 2022 | 12:30 WIB

Sariagri - Cina membuat berbagai modifikasi dengan pesawat-pesawat untuk menghasilkan curah hujan ke Sungai Yangtze yang mengering di beberapa bagian. Cina tengah menghadapi kekeringan dan bergulat dengan gelombang panas terburuk yang pernah tercatat.

Mengutip CNN, Kamis (18/8/2022), beberapa daerah di dekat Sungai Yangtze meluncurkan program modifikasi cuaca. Tetapi dengan tutupan awan yang terlalu tipis, operasi di beberapa bagian lembah sungai yang dilanda kekeringan tetap siaga.

Kementerian Sumber Daya Air Cina bahwa kekeringan di seluruh lembah Sungai Yangtze "mempengaruhi ketahanan air minum masyarakat pedesaan dan ternak, serta pertumbuhan tanaman."

Provinsi Hubei mengumumkan akan menggunakan batang iodida perak yang akan "ditanam" di hujan untuk menginduksi curah hujan.

Setidaknya 4,2 juta orang di Hubei telah terkena dampak kekeringan sejak Juni, Departemen Manajemen Darurat Provinsi Hubei menjelaskan. Lebih dari 150.000 orang di sana mengalami kesulitan mengakses air minum dan hampir 400.000 hektare tanaman rusak karena suhu tinggi dan kekeringan.

Sungai Yangtze hanyalah salah satu dari banyak sungai dan danau di belahan bumi utara yang mengering dan menyusut di tengah panas yang tak henti-hentinya dan curah hujan yang rendah. 

Danau Mead di AS dan Sungai Rhine di Jerman juga mengalami hal yang sama. Kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh krisis iklim yang disebabkan oleh manusia, yang didorong oleh pembakaran bahan bakar fosil.

Baca Juga: Sungai Yangtze Semakin Kering, Cina Siapkan Mekanisme Hujan Buatan
Inggris Resmi Umumkan Alami Kekeringan di Beberapa Wilayah

Masyarakat mengandalkan air ini untuk berbagai kegiatan ekonomi. Pemerintah harus campur tangan dengan langkah-langkah adaptasi dan dana bantuan, yang menghabiskan banyak uang.

Cina sendiri mengerahkan kucuran dana dan mengembangkan sumber pasokan baru untuk mengatasi dampak kekeringan pada tanaman dan ternak. Beberapa ternak telah dipindahkan sementara ke daerah lain. Kementerian Keuangan mengatakan akan mengeluarkan 300 juta yuan untuk bantuan bencana kekeringan.

Video Terkait