Kepala Bappenas: PUPR Dapat Porsi Anggaran Terbesar di Pembangunan IKN

Presiden Joko Widodo dan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor meninjau lokasi ibu kota baru 2019. (Foto Antaranews)

Editor: M Kautsar - Rabu, 17 Agustus 2022 | 16:30 WIB

Sariagri - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyebut Kementerian Perencanaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapat porsi terbesar dari anggaran pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023.

“Yang terbesar memang di Kementerian PUPR, sekitar Rp20,8 triliun,” ucap Suharso.

Suharso mengatakan alokasi Rp20,8 triliun yang ada di Kementerian PUPR itu menyangkut prasarana dasar, istana dan komplek perkantoran.

Suharso mengatakan dalam alokasi anggaran pembangunan IKN total mencapai Rp23,6 triliun. Alokasi anggaran IKN itu dimasukkan ke dalam kementerian/lembaga, antara lain Kementerian Perencanaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Polri, dan Kementerian Investasi.

Suharso mengatakan, pembangaunan IKN ini diproyeksikan bisa dibangun dengan APBN sebesar 20 persen. Sisanya, diharapkan investasi dari swasta dalam dan luar negeri.

“Jadi di luar dari Rp23 triliun ini, pada tahun depan diharapkan ada partisipasi dari sektor privat,” ujar dia.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan IKN pada tahun 2023 berfokus untuk Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yang akan dilakukan dengan anggaran Rp20,8 triliun dari APBN, termasuk untuk air baku, air minum, sanitasi, serta drainase. "Mudah-mudahan dan kami programkan tahun 2024 akan selesai untuk KIPP tahap pertama itu,” ujar Basuki. 

Basuki mengatakan, pada tahun ini, pembangunan IKN masih fokus di KIPP, baik dari pembangunan perkantoran presiden, wakil presiden, jalan nasional, hingga jalan tol dari Balikpapan ke IKN. Saat ini, seluruh pembangunan sudah masuk masa sanggah dalam tender yang diharapkan pada akhir bulan ini sudah bisa ditandatangani kontraknya dan segera dilaksanakan.

Jalan tol ke IKN akan dibangun melalui pemotongan tol Balikpapan-Samarinda di kilometer 11, agar nantinya perjalanan dari Balikpapan ke IKN hanya memakan waktu 30-40 menit. 

"Untuk jalan tol ini sudah ditenderkan dengan total anggaran tahun ini sebesar Rp5,4 triliun," jelasnya.