Di Balik Keseruannya, Ini Sejarah Lomba Panjat Pinang Saat Kemerdekaan RI

Ilustrasi perlombaan panjat pinang (Wikimedia)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Dera - Rabu, 17 Agustus 2022 | 15:15 WIB

Sariagri - Momen perayaan Hari Ulang Tahun ke-77 RI rasanya tak lengkap jika tidak diadakan perlombaan. Salah satu perlombaan yang populer pada momen ini adalah panjat pinang.

Dalam perlombaan ini, peserta diharuskan untuk memanjat pohon pinang yang telah dihaluskan kulit luarnya dan ditanam kuat dalam tanah atau bisa juga dengan memakai kayu maupun bambu yang telah dilumuri lumpur agar licin.

Para peserta lomba akan saling bekerjasama untuk memanjat tiang tersebut. Mereka harus bisa mendapatkan hadiah atau nomor undian yang diletakkan di ujung tiang.

Biasanya perlombaan ini dilakukan oleh tiga sampai empat orang dewasa. Untuk menambah tantangan, tiang dibuat licin dengan menambahkan lumpur, pelumas, atau dengan mengupas kulit batang pohon pinang.

Sejarah dan Filosofi Panjat Pinang

Faktanya, panjang pinang tak hanya sekedar perlombaan melainkan juga memiliki filosofi yang mendalam. Awalnya perlombaan ini muncul pada era kolonial berkuasa di Indonesia. Kala itu, panjat pinang menjadi hiburan bagi orang-orang Belanda yang berada di Indonesia. Dalam bahasa Belanda, panjat pinang disebut dengan De Klimmast yang artinya panjang tiang.

Mulanya perlombaan ini hanya dilakukan ketika peringatan ulang tahun Ratu Belanda. Momen perayaan ini digelar setiap 31 Agustus sebagai peringatan hari kelahiran Ratu Belanda, Wilhelmina Helena Pauline Marie van Orange-Nassau.

Para perayaan itu, semua warga Hindia Belanda diminta untuk untuk berkumpul mengikuti festival, karnaval, hiburan, pasar kaget dan juga termasuk lomba panjat pinang.
Namun, seiring perubahan zaman, panjat pinang mulai digelar pada setiap hari besar dan bahkan saat pesta pernikahan.

Baca Juga: Di Balik Keseruannya, Ini Sejarah Lomba Panjat Pinang Saat Kemerdekaan RI
Fakta Tanaman Vanili, Penghasil Aroma dan Rasa Unik Vanila

Filosofi Kebersamaan Panjat Pinang

Panjat pinang punya filosofi kebersamaan. Seperti contohnya dalam satu kelompok, satu persatu anggota akan naik ke bahu teman sekelompoknya secara bergantian untuk dapat mencapai finish.

Kekompakan antar anggota kelompok sangat diperlukan dalam perlombaan ini. Oleh karena itu, panjat pinang dapat menumbuhkan rasa kebersamaan. Sebab, dalam pelaksanaanya peserta dituntut untuk menciptakan kerja sama yang baik agar mereka dapat mencapai puncak dan memperoleh hadiah yang dipersiapkan di puncak. Hingga saat ini, panjat pinang masih menjadi perlombaan yang populer di beberapa wilayah Indonesia.

Video Terkait