Cuaca Panas Akibat Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kanker Kulit

Ilustrasi cuaca panas. (Foto: Unsplash)

Editor: Putri - Senin, 15 Agustus 2022 | 16:45 WIB

Sariagri - Para ahli di Inggris mengatakan suhu musim panas yang lebih tinggi disebabkan oleh perubahan iklim memicu peningkatan kasus kanker kulit. Inggris mencatat suhu tertinggi 40,2 derajat Celsius pada Juli 2022. Para ilmuwan iklim menekankan bahwa gelombang panas tidak terjadi sekali. Suhu tinggi kemungkinan akan sering terjadi dari biasanya.

Mengutip The Guardian, Senin (15/8/2022), petugas medis memperingatkan bahwa perubahan iklim membuat orang menghabiskan lebih banyak waktu di bawah sinar matahari dan memiliki paparan radiasi UV yang lebih besar.

“Sebagai seorang dokter yang merawat pasien dengan melanoma, saya benar-benar khawatir bahwa tren musim panas yang lebih panas akan menyebabkan lebih banyak kasus melanoma dan banyak kematian akibat melanoma,” kata Sarah Danson, seorang profesor onkologi medis di University of Sheffield.

Seorang ilmuwan klinis Julia Newton-Bishop, yang memimpin kelompok penelitian melanoma di University of Leeds, mengatakan bahwa melanoma pada dasarnya disebabkan oleh sengatan matahari. Cuaca ekstrem saat ini dikhawatirkan akan meningkat dan kemudian insiden penyakit kanker kulit atau melanoma akan meningkat.

Menurut data dari Cancer Research UK, tingkat kematian akibat kanker kulit di kalangan pria di Inggris meningkat lebih dari tiga kali lipat sejak 1970-an. Peningkatan juga tercatat di kalangan wanita.

Diperkirakan kenaikan itu mungkin karena sejumlah faktor termasuk paparan sinar matahari yang lebih besar karena liburan. Michelle Mitchell, kepala eksekutif Cancer Research UK, memperingatkan bahwa terbakar sinar matahari sekali setiap dua tahun dapat melipatgandakan risiko kanker kulit.

Baca Juga: Cuaca Panas Akibat Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kanker Kulit
Inggris Resmi Umumkan Alami Kekeringan di Beberapa Wilayah

Prof Dann Mitchell, pakar ilmu iklim di University of Bristol, mencatat bahwa hubungan antara cuaca yang lebih hangat dan kesehatan bisa jadi tidak langsung. Mitchell menambahkan bahwa konsekuensi kesehatan jangka panjang dari krisis iklim tidak sering dibahas.

“Ini karena kita tidak bisa mengatakan gelombang panas tertentu menyebabkan kanker tertentu. Sebaliknya, kami menghubungkan peningkatan risiko kanker dengan hari-hari yang lebih hangat," tukas Mitchell.