Kota Chongqing Cina Hadapi Suhu Lebih dari 40 Derajat Celsius

Ilustrasi cuaca panas. (Foto: Unsplash)

Editor: Putri - Minggu, 14 Agustus 2022 | 18:00 WIB

Sariagri - Beberapa wilayah di Cina termasuk kota besar Chongqing menghadapi suhu melebihi 40 derajat Celsius. Observatorium nasional Cina melanjutkan peringatan merahnya untuk panas yang ekstrem.

Mengutip Reuters, Minggu (14/8/2022), di Zhejiang, rumah bagi banyak pabrik dan eksportir, seorang pejabat meteorologi mengatakan bahwa provinsi itu memecahkan rekor sebelumnya untuk suhu tinggi tahun ini. Selama 31 hari, Zhejiang memiliki suhu di atas 35 derajat Celsius dan 16 hari di atas 38 derajat Celsius.

Bersamaan dengan Chongqing yang mengalami suhu hingga 42,1 derajat Celsius, Provinsi Hubei, Hunan, Shandong, Anhui, Xinjiang, Jiangxi dan Fujian termasuk di antara provinsi dan wilayah di mana suhu melebihi 35 derajat Celsius.

Sementara di bagian lain Cina, terjadi badai petir menerjang Shanghai dan menghindari rekor suhu 40,9 derajat Celsius. Meskipun kota dengan 25 juta penduduk ini menyatakan kelelahan dari gelombang panas yang sedang berlangsung.

"Ini seperti berada di kapal uap, sangat panas," kata penduduk berusia 70 tahun, Shen Fengming.

"Bahkan jika kamu tidak berjalan-jalan di luar, kamu akan tetap berkeringat," tambahnya.

Badan meteorologi Shanghai melaporkan bahwa kota itu mengalami 40 hari dengan suhu melebihi 40 derajat Celsius pada 2022. Suhu memuncak sejauh ini pada 13 Juli yaitu pada 40,9 derajat Celsius.

Baca Juga: Kota Chongqing Cina Hadapi Suhu Lebih dari 40 Derajat Celsius
Otoritas Cina Peringatkan Suhu Tinggi, Bisa Lebih dari 40 Derajat Celsius

Pekan lalu, badan meteorologi Cina memperingatkan bahwa suhu rata-rata tanah negara itu meningkat jauh lebih cepat daripada rata-rata global selama 70 tahun terakhir. Suhu tersebut akan "jauh lebih tinggi" di masa depan seiring dengan meningkatnya perubahan iklim.

Tidak hanya Cina, sebagian besar wilayah Eropa mengalami suhu yang membakar selama berminggu-minggu, dengan kebakaran hutan yang berkobar di Prancis. Inggris menghadapi kekeringan parah, karena gelombang panas berturut-turut memperbarui fokus pada risiko perubahan iklim.

Video Terkait