60 Persen Tanah di Uni Eropa dan Inggris Alami Kekeringan

Ilustrasi suhu panas. (Foto: Pixabay)

Editor: Putri - Selasa, 9 Agustus 2022 | 22:00 WIB

Sariagri - Sebanyak 60 persen tanah di Uni Eropa dan Inggris berada di bawah peringatan kekeringan, menurut Observatorium Kekeringan Eropa. Temuan ini didasarkan pada data dari periode 10 hari menjelang akhir Juli.

Mengutip CNN, Selasa (9/8/2022), pemantau mengatakan 45 persen tanah di Eropa mengalami defisit kelembaban. Sementara 15 persen tanah berada di bawah tingkat "waspada" yang lebih parah.

Data tersebut bertepatan dengan laporan yang diterbitkan oleh badan pemantau iklim Uni Eropa Copernicus, yang mengatakan bahwa sebagian besar Eropa mengalami Juli yang lebih kering dari rata-rata.

Banyak negara di Eropa yang memiliki curah hujan rendah. Kekeringan pun tidak terhindarkan, terutama di beberapa bagian barat daya dan Eropa Tenggara. Kondisi tersebut menyebabkan kebakaran hutan, ketika beberapa negara di Eropa mengalami gelombang panas yang brutal.

Keadaan ini muncul saat dunia bergulat dengan krisis pangan yang baru saja mereda saat Rusia mencabut blokade ekspor biji-bijian dari Ukraina. Cuaca ekstrem dan masalah pangan memperburuk krisis dan kemungkinan akan bertahan selama beberapa waktu.

Sebuah laporan baru-baru ini oleh Pusat Penelitian Gabungan, layanan sains Komisi Eropa, memperkirakan penurunan 8-9 persen dalam produksi biji-bijian seperti jagung, bunga matahari dan kedelai di Uni Eropa.

Menurunnya hasil panen disebabkan oleh gelombang panas dan curah hujan yang sedikit selama Juli. Industri lain seperti transportasi sungai dan produksi energi juga terganggu akibat kekeringan.

Sedikitnya curah hujan

Pada Juli, cadangan air di beberapa negara Eropa berada pada tingkat yang sangat rendah. Tidak cukup untuk memenuhi kebuthan harian. Inggris mengalami Juli terkering sejak pencatatan dimulai pada 1836. Inggris hanya memiliki 56 persen dari curah hujan rata-rata bulan Juli.

Baca Juga: 60 Persen Tanah di Uni Eropa dan Inggris Alami Kekeringan
Masa Depan Petani Rotan Kian Suram, Jadi Pemicu Kebun Sawit dan Tambang

Sementara di Prancis, curah hujan pada Juli hanya 9,7 mm, yang membuat Juli menjadi bulan terkering sejak pencatatan dimulai pada 1959. Prancis mengalami defisit curah hujan sebesar 85 persen dibandingkan dengan rata-rata 1991-2020.

Spanyol, Prancis, dan Inggris mengalami setidaknya satu hari di atas 40 derajat Celsius pada bulan lalu. Di Inggris, suhu naik ke lebih dari 40 derajat Celsius pada 19 Juli dengan Coningsby mencatat 40,3 derajat Celsius untuk pertama kalinya.

Video Terkait