Deretan Negara yang Mengalami Kekeringan karena Gelombang Panas

Ilustrasi kekeringan. (Foto: Unsplash)

Editor: Putri - Selasa, 9 Agustus 2022 | 15:00 WIB

Sariagri - Gelombang panas yang menyerang banyak negara di dunia saat ini memberikan dampak besar, terutama terhadap persediaan air. Banyak negara yang melaporkan mulai menghadapi kekeringan bahkan harus mengurangi penggunaan air.

Kekeringan parah yang melanda mempengaruhi kebutuhan rumah, pabrik, dan pertanian. Terjadinya gelombang panas yang berdampak kekeringan tidak lepas dari akibat dari perubahan iklim dan efek rumah kaca.

Sebuah laporang mengungkap bahwa pembakaran bahan bakar fosil dan perusakan hutan melepaskan banyak gas rumah kaca ke atmosfer. Hal tersebet bisa meningkatkan frekuensi hujan, kekeringan, dan badai tropis.

Mengutip berbagai sumber, berikut negara yang mengalami kekeringan akibat gelombang panas.

1. Prancis

Menteri Transisi Hijau Prancis, Christophe Bechu, mengatakan bahwa lebih dari 100 kota di Prancis tidak memiliki air minum yang mengalir. Untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum, air dipasok dengan truk air.

“Kita harus terbiasa dengan episode ini. Adaptasi bukan lagi pilihan, itu kewajiban,” kata Bechu, mengutip The Guardian.

Dengan kelembaban tanah permukaan terendah yang pernah tercatat, curah hujan pada Juli di Prancis 85 persen lebih rendah dari biasanya. Pembatasan penggunaan air termasuk pipa selang dan larangan irigasi diberlakukan di 93 dari 96 area di negara itu. 

Di tengah kenaikan harga pangan setelah invasi Rusia ke Ukraina, Menteri Pertanian Prancis memperingatkan panen jagung kemungkinan akan 18 persen lebih rendah dari tahun lalu.

Serikat petani mengatakan kekurangan pakan ternak akibat kekeringan dapat menyebabkan kerugian yang signifikan. Menurunnya produksi susu di musim gugur dan musim dingin juga mengancam.

2. Spanyol

Cadangan air Spanyol saat ini sebesar 40 persen, bahkan akan terus menurun. Penurunan persediaan air terjadi karena penguapan dan peningkatan konsumsi.

Negara ini menerima sedikit curah hujan yang diperkirakan untuk sepanjang tahun selama tiga bulan terakhir. Hal tersebut menyebabkan pembatasan air dari Catalonia di timur laut ke Galicia di barat laut serta Extremadura barat dan Andalusia di selatan.

Sebagian besar pembatasan air diberlakukan pada penggunaan rumah tangga. Otoritas pedesaan enggan mengendalikan penggunaan air yang sumber dayanya semakin sedikit dengan alasan pertanian harus terus mendapat aliran air.

Kebangkitan pariwisata pascapandemi juga menyebabkan peningkatan konsumsi air sebanyak 10 persen di kota-kota seperti Barcelona. Pembatasan penggunaan air di Barcelona akan diberlakukan bulan depan jika hujan tak kunjung turun.

“Studi perubahan iklim memperingatkan bahwa kekeringan akan lebih intens, lebih sering dan lebih lama,” kata Nuria Hernández-Mora, salah satu pendiri New Water Culture.

3. Italia

Salah satu manifestasi krisis yang paling menonjol adalah keringnya Sungai Po, Italia. Laju aliran jalur air terpanjang di Italia turun menjadi sepersepuluh dari angka biasanya, sementara ketinggian airnya 2 meter di bawah normal.

Pemerintah Italia mengumumkan darurat kekeringan di lima wilayah utara dan menjatah air minum pada awal Juli 2022. Desa-desa di sekitar Danau Maggiore mendapat pasokan air dari truk.

Dengan tidak adanya curah hujan yang berkelanjutan sejak November 2021, produksi beras risotto di lembah Sungai Po, yang menyumbang sekitar 40 persen dari hasil pertanian Italia, berada di bawah ancaman.

Petani di lembah Sungai Po memperingatkan bahwa hingga 60 persen dari hasil panen mungkin hilang karena sawah mengering dan asin. Tingkat air yang rendah memungkinkan lebih banyak air laut masuk ke delta.

4. Belanda 

Belanda secara resmi mengumumkan bahwa negaranya mengalami kekurangan air pada minggu lalu. Pemerintah belum memberlakukan pembatasan konsumsi air untuk keperluan rumah tangga. Tetapi pemerintah meminta masyarakat untuk berpikir dengan hati-hati apakah perlu mencuci mobil atau mengisi kolam.

Baca Juga: Deretan Negara yang Mengalami Kekeringan karena Gelombang Panas
Perubahan Iklim dan Kekeringan Parah Ancam Kehidupan Timur Tengah

5. Belgia

Badan cuaca negara tersebut melaporkan bahwa Juli merupakan bulan terkering sejak 1885. Meskipun ada larangan bagi petani memompa air untuk tanaman, tingkat air tanah masih sangat rendah, menyebabkan lahan gambut mengering dan meningkatkan kekhawatiran munculnya satwa liar.

Kanal dan sungai juga dalam kondisi buruk. Otoritas setempat melaporkan banyak ikan mati karena satu-satunya air yang tersisa di beberapa saluran air adalah limbah industri. Sebanyak 13 komune di Ardennes melarang pengisian kolam renang.

Video Terkait