Kisah UMKM Tahu Bakso Udang Semarangan Bangkit Lewati Pandemi Covid-19

UMKM Tahu Bakso Udang Semarangan. (Humas Pemprov Jateng)

Editor: M Kautsar - Jumat, 5 Agustus 2022 | 22:45 WIB

Sariagri - Pandemi Covid-19 membawa dampak nyata bagi pekerja UMKM. Naik turun usaha harus dilakoni.

Salah satunya, UMKM Tahu Bakso Udang Semarangan. Pemilik tahu usaha ini, Christina Agustine harus melewati pandemi dengan susah payah. Salah satunya dengan mengikuti program Lapak Ganjar.

“Saya coba-coba ikut mempromosikan tahu bakso udang (produk makanannya). Saya kirim foto saya, berupa foto produk saya. Tag pak Ganjar dan nomor WA (WhatsApps) saya, kemudian puji Tuhan bisa di-repost di Lapak Ganjar,” ungkap Christina, Jumat (5/8/2022).

Benar saja, ikhtiar dengan memanfaatkan pengikut (follower) di akun Instagram Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun berbuah manis. Mulai dari antusiasme warganet yang mencari tahu produknya, sampai peningkatan produksi yang luar biasa.

“Ternyata, antusiasnya luar biasa setelah ikut Lapak Ganjar. Itu, permintaan produk saya yang biasanya hanya di seputaran Semarang, alhamdulillah, sudah lumayan ramai. Setelah ikut Lapak Ganjar memang permintaan dari luar kota meningkat,” sambungnya.

Reseller produknya dari luar kota bermunculan, seperti di Surakarta, Cilacap dan lainnya. Tidak hanya itu, permintaan pun bertambah dari luar kota seperti Yogyakarta, Pati, Kudus, Ungaran, Salatiga, Bekasi, Bandung (Jabar), Jakarta, hingga Surabaya (Jatim).

“Waktu saya tanya (para reseller dan pelanggan), tahu kalau ada tahu bakso udang dari mana? Ternyata dari program Lapak Ganjar itu,” tuturnya mengenang.

Christine mencontohkan, peningkatan usaha seperti adanya permintaan dari Surakarta dalam satu pekan mencapai sekitar 50 boks. Dari Cilacap juga bertambah. Semula hanya 10 boks per pekan, akhirnya menjadi 50-70 boks.

Perekonomian keluarga pun berangsur membaik setelah adanya peningkatan permintaan. Sebab, di masa pandemi, suaminya harus keluar dari pekerjaanya. Otomatis, keuangan keluarga jadi oleng. Mereka pun bahu-membahu menyeriusi usaha tahu bakso, dan memanfaatkan Lapak Ganjar.

“Ternyata dengan kami berdua menyeriusi usaha ini dan ada program Lapak Ganjar, semua kebutuhan yang tadinya, bayar sekolah itu walaupun daring tetap harus terbayar, cicilan motor, listrik, segala macam itu kan setiap bulan harus keluar ya. Lama-kelamaan itu tetap bisa teratasi, teratasi, teratasi,” ucapnya.

Sekilas tentang usaha tahu bakso udangnya, Christina mulai memproduksi membuat makanan tahu bakso udang sejak 2019.

“Saya ini membuat tahu bakso dengan isian baksonya dari daging udang segar pilihan, atau bukan dari sari pati udang.  Karena yang beredar selama ini adalah tahu bakso dari isian daging sapi dan ayam, makanya saya berinovasi untuk menciptakan tahu bakso yang isinya dari daging udang,” jelasnya.

Sebagai informasi, Lapak Ganjar merupakan terobosan yang dilakukan Ganjar Pranowo dengan memanfaatkan jumlah pengikut di akun Instagramnya. Tujuannya, untuk membantu mendongkrak penjualan pelaku UMKM di wilayah Jawa Tengah.

Video Terkait