Kisah UMKM Dawet Kemayu Tembut Omzet Rp1 Miliar per Bulan

UMKM Dawet Kemayu asal Yogyakarta. (Ist)

Editor: M Kautsar - Jumat, 5 Agustus 2022 | 20:00 WIB

Sariagri - Dawet kerap dipandang sebelah mata sebagai produk minuman. Tapi, Retno Intansari dan suaminya, Muhammad Nadzir Alimudin, membawa minuman ini menjadi gerai minuman yang menghasilkan omzet miliaran.

Intan dan Nadzir menamai usaha dawetnya, Dawet Kemayu. Cabangnya sudah mencapai 200 outlet di 30 kota di Pulau Jawa. Selama pandemi Covid-19 penjualan Dawet Kemayu mencapai puncak tertinggi. Selama sebulan usaha ini mendapatkan omzet Rp1 miliar.

Intan menyebut, usaha dawet ini sebetulnya bukan yang pertama. Awalnya, Retno dan suami punya usaha ayam geprek yang berjalan 7 tahun dengan delapan cabang dan 24 outlet waralaba.

Namun dunia berkata lain, euforia ayam geprek mulai turun hingga akhirnya pada tahun 2019 Intan dan suaminya terpaksa menutup beberapa cabang outlet miliknya karena pendapatanya tidak mampu lagi menanggung biaya operasional sewa dan gaji karyawan. Namun dia juga tidak pernah tega jika harus merumahkan karyawannya saat itu.

Di tengah keterpurukan usahanya, Intan seperti menemukan sebuah jalan hidup lain saat menemukan inspirasi dari minuman segelas dawet ireng khas Purworejo. Ide muncul untuk membuat dawet menjadi lebih modern dan bersaing dengan minuman kekinian lain yang sedang terkenal seperti Boba dan Thai Tea.

Melalui konsultasi dengan BRI, Intan berpendapat diperlukan sebuah inovasi dan kreativitas untuk membawa dawet naik kelas. Tak main-main, Intan serius dan memberanikan diri membuka outlet dengan merk Dawet Kemayu pertamanya di Yogyakarta pada awal Maret 2020. 

Sebuah langkah inovasi Intan dilakukan, dawet yang biasa berbahan baku santan, diganti dengan menggunakan krim nabati. Krim nabati dipilih karena lebih sehat dan enak jika dibandingkan santan yang mengandung banyak lemak dan karbohidrat. 

Cendol dari Dawet Kemayu pun dibuat lebih kenyal. Sementara itu, gula yang digunakan pun unik, kombinasi gula jawa dan gula aren. 

Tak berhenti di resep, pengemasan Dawet Kemayu juga terbilang tidak biasa. Selain dalam bentuk kemasan cangkir plastik, bottle pack, dan thinwall pack, tersedia pula kemasan hampers yang cukup untuk keluarga yang dapat digunakan untuk oleh-oleh khas dari kota Yogyakarta atau hampers hari raya.

Kebijakan PSBB sempat menghancurkan harapan Dawet Kemayu. Namun Melalui fasilitas program KMK Tangguh dari BRI, Intan justru membuka 10 outlet miliknya di kota Yogyakarta kala pandemi, yang kebanyakan di pusat perbelanjaan. Intan semakin serius mengelola merek Dawet Kemayu dengan merekrut profesional untuk mengelola media sosial dan digital marketing.

Melalui instagram @dawetkemayu.official yang dikelola dengan sangat profesional, membuka jalan Dawet Kemayu lebih dikenal dan melebarkan sayap keseluruh penjuru Pulau Jawa. 

Dari hasil diskusi dan konsultasi dengan BRI, waralaba dipilih Intan untuk mengembangkan usahanya. Berbagai paket kerjas ama ditawarkan bagi calon pewaralaba. Mulai dari paket Virtual Kitchen dengan modal Rp3,9 juta sudah dapat menjadi bagian dari Dawet Kemayu. 

Pilihan lainnya adalah paket Juragan Rp7,9 juta, paket Bossman Rp11,9 juta dan paket Sultan Rp14,9 juta. Semuanya sudah termasuk bahan baku, peralatan dan booth yang masing-masing berbeda sesuai paket waralaba.

Direktur Bisnis SME Amam Sukriyanto menyampaikan, BRI terus berkomitmen untuk mendukung pelaku UMKM dan bertekat untuk terus melakukan pendampingan kepada UMKM dengan tujuan UMKM bisa growth secara sustainable. Dari UMKM mikro, naik ke kecil, menjadi menengah, hingga menjadi pelaku usaha korporasi. 

“Untuk mendukung UMKM naik kelas dan sustain, program pemberdayaan harus terus dilakukan secara continue atau berkelanjutan,” ujar Amam, dikutip dari laman resmi BUMN, Jumat (5/8/2022).

Pemberdayaan untuk mendukung bisnis UMKM yaitu, go modern melalui perbaikan kualitas produk, story behind product, packaging, branding, pengelolaan keuangan, manajemen pemasaran, dan pembukuan.

Kemudian dengan go digital, yakni digitalisasi dan automasi bisnis pemasaran, go online yakni perluasan pasar menggunakan e-commerce, serta go global melalui strategi menjangkau pasar internasional.

Video Terkait