Cina Peringatkan Negaranya Alami Pemanasan di Atas Rata-rata Global

Ilustrasi cuaca panas. (Foto: Unsplash)

Editor: Putri - Kamis, 4 Agustus 2022 | 22:45 WIB

Sariagri - Suhu rata-rata tanah di Cina meningkat jauh lebih cepat daripada rata-rata global selama 70 tahun terakhir. Namun diperkirakan suhu tersebut akan lebih tinggi di masa depan ketika tantangan perubahan iklim meningkat.

Dalam penilaian iklim tahunan, Biro Cuaca Cina menggambarkan negara itu sebagai "wilayah sensitif dalam perubahan iklim global" dengan suhu naik 0,26 derajat Celsius sejak 1951.

"Di masa depan, peningkatan suhu rata-rata regional di Cina akan jauh lebih tinggi daripada dunia," kata Yuan Jiashuang, wakil direktur Pusat Iklim Nasional Cina (NCC), mengutip Reuters, Kamis (4/8/2022).

Dia memperingatkan bahwa perubahan pola cuaca di Cina akan mempengaruhi keseimbangan sumber daya air, membuat ekosistem lebih rentan dan mengurangi hasil panen.

Cuaca ekstrem mendatangkan malapetaka dalam beberapa pekan terakhir, dengan gelombang panas yang panjang menyebabkan kekeringan dan kebakaran hutan di seluruh dunia.

Secara historis curah hujan yang tinggi di beberapa negara juga menyebabkan banjir yang mematikan. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa "tidak ada negara yang kebal" dari perubahan iklim. Ia juga mengatakan dunia sekarang harus memilih antara tindakan kolektif atau bunuh diri kolektif.

Baca Juga: Cina Peringatkan Negaranya Alami Pemanasan di Atas Rata-rata Global
Perubahan Iklim dan Kekeringan Parah Ancam Kehidupan Timur Tengah

Cina mengalami cuaca terik selama berminggu-minggu, dengan suhu mencapai lebih dari 44 derajat Celsius di Yunnan barat daya dan Hebei di utara. Penilaian iklim Cina pada 2021 mengatakan tingkat air pantai pada 2021 berada pada level tertinggi sejak 1980. Gletser cair lebih cepat, lapisan es aktif di sepanjang Jalan Raya Qinghai-Tibet mencapai rekor tertinggi dan es laut terus menurun.

Sebuah laporan juga mencatat peningkatan 7,9 persen tutupan vegetasi pada 2021 dibandingkan dengan rata-rata 2001-2020. Penilaian tersebut mencatat periode pertumbuhan untuk banyak tanaman dimulai lebih awal setiap tahun.

Video Terkait