Viral Seorang Dokter Temukan Pasien Cacar Monyet Naik Transportasi Umum

Pasien cacar monyet naik kendaraan umum (Foto twitter @arturohenriques)

Penulis: Arif Ferdianto, Editor: Reza P - Rabu, 3 Agustus 2022 | 16:15 WIB

Sariagri - Penyakit cacar monyet belakangan ini tengah menggemparkan dunia. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus mongkeypox yang menyebabkan orang terserang penyakit kulit layaknya cacar air.

Nah, baru-baru ini viral di media sosial tentang seorang dokter yang menemukan pasien cacar monyet saat dirinya naik transportasi publik.

Hal tersebut dibagikan melalui cuitan di akun Twitter pribadi sang dokter yang diketahui bernama Arturo M Henriques, @arturohenriques.

Dokter asal Spanyol ini menyebut dalam cuitanya, ketika dirinya melihat kondisi cacar monyet pada seorang pria di transportasi publik dia lantas bertanya soal kondisinya.

Sang pria yang terkena cacar monyet itu pun mengatakan bahwa dirinya telah mendatangi rumah sakit, namun dokter tak meminta si pria untuk tinggal di rumah atau isolasi mandiri.

“Dia menyuruhku untuk tidak ikut campur,” kata Dokter Henriques.

Dokter Henriques bisa mengenali pria itu terserang cacar monyet karena salah satu tandanya tampak jelas, di mana pria itu mengalami ruam cacar yang khas hampir di seluruh tubuhnya. Bahkan dia mengatakan ruam tersebut terlihat dari kepala hingga kaki.

Untuk diketahui, pasien cacar monyet akan mengalami demam selain itu juga akan muncul ruam dan bercak pada kulitnya. Kondisi tersebut akan timbul mulai dari wajah dan kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya bahkan hingga telapak tangan dan kaki.

Dilansi dari WHO, gejala cacar monyet terbagi menjadi dua periode infeksi di antaranya periode invasi dan periode erupsi kulilt.

Baca Juga: Viral Seorang Dokter Temukan Pasien Cacar Monyet Naik Transportasi Umum
Spanyol dan Brasil Catat Kematian Pertama Terkait Cacar Monyet

Periode invasi terjadi mulai dari 0-5 hari setelah infeksi virus. Pada kondisi ini pasien akan menunjukkan beberapa gejala yakni demam, sakit kepala, limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening), sakit punggung, nyeri otot, lemas parah (asthenia).

Periode erupsi terjadi pada 1-3 hari setelah demam muncul, gejala utama dalam fase ini adalah munculnya ruam kulit. Ruam pertama muncul pada wajah kemudian ke seluruh tubuh. Kemunculan ruam juga bisa ditemukan pada membran mukosa yang berada di tenggorokan, alat kelamin, hingga jaringan mata dan kornea.