Pakar Farmasi UGM Jelaskan Fenomena Parasetamol Mengandung Virus Machupo

Ilustrasi obat. (Freepik)

Editor: M Kautsar - Rabu, 3 Agustus 2022 | 14:30 WIB

Sariagri - Informasi berrantai mengenai parasetamol P-500 yang mengandung virus berbahaya Machupo sempat ramai diperbincangkan publik belum lama ini. Meski, isu virus Machopu dalam parasetamol ini selalu muncul dari tahun ke tahun. 

Virus Machupo ini diketahui dapat menyebabkan demam hemoragik yang dapat mengakibatkan kematian. Lantas benarkan hal tersebut?  

Ahli Farmasi UGM, Endang Lukitaningsih, menjelaskan fakta sebenarnya mengenai virus Machupo dalam produk obat parasetamol 500 miligram. "Klaim soal parasetamol mengandung virus Machupo itu salah, tidak bisa diperlengkapi," tutur Endang, diakses dari laman kampus (3/8/2022).

Menurut Endang, ada aturan ketat yang harus dipatuhi perusahaan farmasi terkait cara produksi obat, termasuk parasetamol. Parasetamol diproduksi dengan standar keamanan dan kebersihan yang cukup ketat. 

Produsen farmasi harus melakukan pengecekan kualitas terhadap obat yang diproduksinya. Kualitas kontrol sudah dimulai sejak bahan datang, baik secara kimiawi maupun cemaran biologis hingga pasca produksi. Produk parasetamol telah diperiksa, uji keamanan, dan mutu sebelum mati di pasar.

"Sangat tidak mungkin selama proses produksi masih ada virusnya karena kondisi tablet juga harus betul-betul kering. Sementara virus memerlukan lingkungan lembab dan suhu rendah untuk bertahan hidup," papar Dosen Fakultas Farmasi UGM ini.

Jika ada virus yang bertahan dalam hidup, kata Endang, hal tersebut dapat dipastikan karena adanya kontaminasi baik manusia maupun hewan yang terinfeksi virus Machupo. Namun begitu, peluang kontaminasi virus dalam proses produksi obat sangat kecil karena melalui proses kontrol kualitas yang berlapis oleh perusahaan farmasi.

Baca Juga: Pakar Farmasi UGM Jelaskan Fenomena Parasetamol Mengandung Virus Machupo
Badan Pengawas Obat AS: Setop Ivermectin untuk Pengobatan Covid-19, Kamu Bukan Kuda!

"Selama proses produksi ada sampling untuk menjaga produk baik saat pencampuran, membentuk tablet hingga setelah menjadi tablet,"terangnya.

Oleh sebab itu, Endang mengimbau masyarakat untum tidak mengkhawatirkan atau berlebihan mengonsumsi obat penurun panas ini. Pasalnya, pesan berantai virus Machupo di parasetamol hanyalah tipuan dan belum ada kajian ilmiah yang membuktikan keberadaan virus Machupo dalam parasetamol.