Spanyol dan Brasil Catat Kematian Pertama Terkait Cacar Monyet

Ilustrasi cacar monyet. (Antara)

Editor: Putri - Minggu, 31 Juli 2022 | 15:00 WIB

Sariagri - Spanyol dan Brasil melaporkan kematian terkait virus cacar monyet. Spanyol melaporkan kematian pertama akibat cacar monyet pada Jumat 29 Juli 2022, kemudian kematian kedua pada Sabtu 30 Juli 2022.

Mengutip France 24, Miggu (31/7/2022), Spanyol adalah salah satu negara yang paling terpukul di dunia akibat cacar monyet dengan 4.298 orang di terinfeksi virus. Hal tersebut disampaikan pusat koordinasi darurat dan siaga kementerian kesehatan.

"Di antara 3.750 pasien 120 dirawat di rumah sakit dan dua meninggal," kata Kementerian Kesehatan Spanyol dalam sebuah laporan.

Di Brasil, seorang pria berusia 41 tahun meninggal karena cacar monyet, kata pihak berwenang setempat. Pria itu, yang menurut media lokal memiliki masalah sistem kekebalan yang serius, meninggal di Belo Horizonte.

Dia "menerima perawatan rumah sakit untuk kondisi serius lainnya" Kata Kementerian Kesehatan negara bagian dalam sebuah pernyataan.

"Penting untuk digarisbawahi bahwa dia memiliki penyakit penyerta yang serius, agar tidak menyebarkan kepanikan di masyarakat," kata Menteri Kesehatan Minas Gerais Fabio Baccheretti, yang menambahkan bahwa pasien itu juga menjalani perawatan kanker.

Darurat Kesehatan Global

Kementerian Kesehatan Brasil mencatat hampir 1.000 kasus cacar monyet, sebagian besar di negara bagian Sao Paulo dan Rio de Janeiro.

Tanda-tanda awal penyakit ini termasuk demam tinggi, pembengkakan kelenjar getah bening dan ruam seperti cacar air. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global.

Menurut WHO, lebih dari 18.000 kasus telah terdeteksi di seluruh dunia di luar Afrika sejak awal Mei 2022. Penyakit ini telah terdeteksi di 78 negara, dengan 70 persen kasus ditemukan di Eropa dan 25 persen di Amerika, kata kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Ketika kasus melonjak secara global, WHO meminta kelompok yang saat ini paling terpengaruh oleh virus, pria yang berhubungan seks dengan pria, untuk membatasi pasangan seksual mereka.

Baca Juga: Spanyol dan Brasil Catat Kematian Pertama Terkait Cacar Monyet
Filipina Deteksi Kasus Pertama Cacar Monyet, Vaksin Akan Disediakan

"Untuk pria yang berhubungan seks dengan pria, untuk saat ini, mengurangi jumlah pasangan seksual Anda, mempertimbangkan kembali hubungan seks dengan pasangan baru dan bertukar detail kontak dengan pasangan baru untuk memungkinkan tindak lanjut jika diperlukan," katanya.

Penyakit ini biasanya sembuh dengan sendirinya setelah dua hingga tiga minggu, terkadang membutuhkan waktu satu bulan. Terdapat vaksin cacar buatan Bavarian Nordic, Denmark, dipasarkan dengan nama Jynneos di Amerika Serikat dan Imvanex di Eropa.

Video Terkait