India Selidiki Kasus 30 Orang Siswa yang Divaksin dengan Satu Jarum

Ilustrasi vaksin corona (Pxhere)

Editor: Putri - Kamis, 28 Juli 2022 | 20:45 WIB

Sariagri - Seorang petugas kesehatan di India diselidiki karena memvaksinasi 30 siswa dengan satu jarum suntik. Mengutip BBC, Kamis (28/7/2022), kasus tersebut terjadi di negara bagian Madhya Pradesh, India tengah.

Kementerian Kesehatan India mengatakan bahwa pihaknya telah menyerukan protokol 'satu jarum, hanya satu kali' untuk vaksin COVID-19. Jarum suntik sekali pakai diberlakukan di India untuk menghindari penyebaran penyakit mematikan seperti HIV. Namun, ada beberapa insiden di mana satu jarum suntik telah digunakan kembali di rumah sakit karena kekurangan peralatan.

Petugas kesehatan yang memberikan vaksin tersebut, Jitendra Rai, mengatakan kepada media bahwa dia hanya diberi satu jarum suntik oleh departemen kesehatan. Dia mengaku hanya mengikuti perintah dan merasa hal tersebut bukan salahnya.

Orang tua yang menemani anak-anak mereka melihat masalah ini dan melaporkannya ke pihak sekolah. Ketika pejabat negara menghubungi pihak sekolah, Rai menghilang dari sekolah dan teleponnya dimatikan.

Departemen kesehatan negara bagian telah mendaftarkan tuntutan atas kelalaian kepada Rai. Pihak departemen kesehatan juga memulai penyelidikan terhadap pejabat yang bertanggung jawab atas pengiriman peralatan untuk program vaksinasi.

Seorang juru bicara dari partai oposisi Kongres menuntut agar menteri kesehatan negara bagian itu mengundurkan diri atas insiden satu jarum suntik itu.

India adalah negara kedua setelah Cina yang telah melewati angka dua miliar vaksin COVID-19. Pada Juli, pemerintah India mengumumkan program vaksin booster COVID-19 gratis selama 75 hari untuk semua orang dewasa untuk menandai peringatan 75 tahun kemerdekaan India.

Baca Juga: India Selidiki Kasus 30 Orang Siswa yang Divaksin dengan Satu Jarum
Seorang Wanita di AS Tertikam Ikan Layaran Seberat 45,3 Kg saat Memancing

Menurut kementerian kesehatan India, 98 persen orang dewasa telah menerima setidaknya vaksin COVID-19 dosis pertama. Sementara 90 persen telah sepenuhnya divaksinasi.

Pada Rabu 27 Juli 2022, negara itu melaporkan 18.313 kasus harian selama 24 jam terakhir dan 57 kematian terkait COVID-19.

Video Terkait