Lawan Kanker, Malaysia Terapkan Larangan Rokok untuk Kelahiran 2007

Ilustrasi Rokok (Unsplash)

Editor: Putri - Kamis, 28 Juli 2022 | 19:30 WIB

Sariagri - Malaysia sedang mempertimbangkan larangan merokok dan penjualan semua produk tembakau, termasuk rokok elektrik, kepada orang-orang yang lahir pada dan setelah 2007.

Larangan tersebut serupa dengan aturan yang dikeluarkan parlemen Selandia Baru. Larangan tersebut merupakan langkah melawan salah satu penyebab kematian paling umum di seluruh dunia.

Mengutip Bloomberg, Kamis (28/7/2022), Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin mempresentasikan RUU Pengendalian Tembakau dan Merokok 2022 sebagai pembacaan pertama di Parlemen pada Rabu 27 Juli 2022.

Jika RUU ini disahkan, mereka yang lahir pada atau setelah 1 Januari 2007, tidak akan diizinkan untuk merokok, membeli atau memiliki produk tembakau bahkan setelah mereka mencapai usia 18 tahun. Pemilik toko dan distributor akan dilarang menjual produk tersebut kepada siapa pun dalam kelompok usia yang ditentukan.

Penggunaan tembakau menyebabkan lebih dari delapan juta kematian di seluruh dunia setiap tahun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hampir satu dari empat orang di seluruh dunia menggunakan tembakau, menurut badan tersebut.

Selandia Baru pada Selasa 26 Juli 2022 mengajukan RUU serupa untuk melarang penjualan produk tembakau kepada siapa pun yang lahir dari 2009 dan seterusnya.

Kampanye larangan rokok Malaysia disebut sebagai Generational Endgame. Aturan itu bertujuan untuk membangun generasi bebas tembakau di Malaysia. Tujuan dari aturan tersebut adalah mengurangi jumlah perokok, mengekang kecanduan rokok dan menyelamatkan.

Baca Juga: Lawan Kanker, Malaysia Terapkan Larangan Rokok untuk Kelahiran 2007
Pengamat: Kenaikan Tarif Cukai Hasil Tembakau Tak Akan Kurangi Kebiasaan Masyarakat

"Di Malaysia, lebih dari 400 orang meninggal setiap minggu karena alasan terkait merokok," katanya dalam video TikTok.

Konsumsi tembakau adalah penyebab utama kanker. Kanker merupakan penyakit penyebab utama kematian di rumah sakit di Malaysia, tambahnya.

Undang-undang tersebut awalnya dimaksudkan untuk berlaku bagi mereka yang lahir setelah 2005. Setelah mendengar pandangan selama berbagai sesi pemangku kepentingan, Menteri Khairy memutuskan bahwa orang-orang kelahiran 2007 yang menjadi objek implementasi, pendidikan masyarakat dan penegakan hukum.

Video Terkait