Asal Muasal Penyakit Cacar Monyet dan Gejala yang Harus Diwaspadai

Ilustrasi cacar monyet. (Antara)

Penulis: Tanti Malasari, Editor: Reza P - Rabu, 27 Juli 2022 | 12:10 WIB

Sariagri - Cacar monyet atau monkeypox adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus langka dari hewan (virus zoonosis). Dinamakan seperti ini sebab memang monyet yang menjadi inang utama dari virus monkeypox.

Penularan ini berlangsung melalui kontak langsung dengan lenting atau luka di kulit, cairan tubuh, droplet (percikan air liur) yang dikeluarkan saat bersin dan batuk, serta menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus monkeypox.

Asal muasal penyakit cacar monyet

Awal mula cacar jenis ini pertama kali ditemukan pada tahun 1958 ketika wabah cacar marak menyerang kumpulan kera yang sengaja dipelihara di laboratorium milik suatu institusi kesehatan untuk penelitian.

Lalu kasus penyakit ini menular dari monyet ke manusia pertama kali ditemukan pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo, Afrika Selatan. Kini penyakit cacar jenis ini menjadi penyakit endemik yang meluas di dunia.

Tercatat per hari ini, ada 17.800 kasus dari 70 negara non-endemik yang telah melaporkan kasus cacar ini kepada Organisasi Kesehatan Dunia WHO, beberapa diantaranya adalah Amerika Serikat, Inggris, Israel dan Singapura.

Dengan begitu WHO menyatakan wabah itu sebagai darurat kesehatan global. Dimana orang-orang dewasa muda, remaja, dan anak kecil serta bayi adalah orang yang rentan terhadap infeksi monkeypox. Dari sekitar 10% kasus kematian yang dilaporkan sebagian besarnya adalah anak-anak.

Lantas apa saja kira-kira gejela yang ditimbulkan akibat virus berbahaya ini, simak penjelasannya dibawah ini:

Gejala-gejala yang harus diwaspadai

Umumnya gejala cacar monyet terlihat mirip dengan penyakit cacar biasanya, seperti demam dan ruam kulit yang melepuh menjadi lenting. Namun, yang membedakan adalah gejala ini juga diiringi dengan pembengkakan pada kelenjar getah bening di ketiak. Pada kasus gejala yang parah, orang yang terinfeksi bisa saja mengalami masalah kesehatan lainnya di masa awal infeksi.

Orang yang terinfeksi virus cacar monyet akan mulai menunjukkan gejala pertamanya setelah 6-16 hari setelah paparan. Periode ketika virus belum aktif memperbanyak diri di dalam tubuh ini dikenal dengan masa inkubasi. Masa inkubasi virus cacar monyet bisa berkisar antara 6-13 hari. Namun, bisa juga terjadi dalam rentang yang lebih panjang, yakni 5-21 hari.

Dilansir dari WHO, kemunculan gejala cacar monyet terbagi dalam dua periode infeksi, yaitu:

1. Periode invasi

Periode ini terjadi dalam rentang waktu 0-5 hari setelah terinfeksi oleh virus. Biasanya pada masa ini seseorang mengalami gejala, seperti:

• Demam
• Sakit kepala hebat
• Limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening)
• Sakit punggung
• Nyeri otot
• Lemas parah (asthenia)

2. Periode erupsi kulit

Periode selanjutnya terjadi pada waktu 1-3 hari setelah gejala demam muncul. Dalam periode ini biasanya muncul ruam-ruam di kulit. Ruam pertama kali muncul di wajah dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Wajah dan telapak tangan serta kaki adalah area yang paling terdampak ruam ini.

Kemunculan ruam juga bisa ditemukan pada membran mukosa yang terletak di tenggorokan, area alat kelamin, termasuk jaringan mata dan kornea.

Ruam yang terbentuk biasanya diawali dengan bintik-bintik hingga berubah menjadi vesikel atau lenting, yaitu lepuhan kulit yang berisi cairan.

Dalam waktu beberapa hari, ruam akan berubah mengering membentuk kerak (keropeng) di kulit. Perkembangan ruam mulai dari bintik hingga menjadi keropeng di kulit umumnya terjadi dalam waktu kurang lebih 10 hari.

Baca Juga: Asal Muasal Penyakit Cacar Monyet dan Gejala yang Harus Diwaspadai
Cegah Cacar Monyet, Uni Eropa Setujui Penggunaan Vaksin Imvanex

Butuh waktu sekitar tiga minggu hingga seluruh keropeng pada kulit tubuh bisa mengelupas dengan sendirinya.

Sampai saat ini Kementerian Kesehatan RI mengatakan belum ada laporan kasus cacar monyet di Indonesia, tidak ada salahnya juga kita semua sebagai masyarakat Indonesia tetap waspada dan menjaga kesehatan demi mencegah penularan virus ini. Hal ini dikarenakan meski seseorang tidak memunculkan gejala, virus ini tetap bisa menularkan kepada orang lain.

Bahaya penyakit ini dapat dicegah dengan efektif melalui vaksin. Antivirus untuk pengobatan cacar jenis ini masih terus diteliti secara lebih lanjut.

Video Terkait