Cegah Cacar Monyet, Uni Eropa Setujui Penggunaan Vaksin Imvanex

Ilustrasi cacar monyet. (Reuters via Antara)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 25 Juli 2022 | 17:40 WIB

Sariagri - Komisi Eropa telah menyetujui vaksin Imvanex untuk mencegah meluasnya wabah cacar monyet setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan sebagai darurat kesehatan global. Diketahui, Imvanex merupakan vaksin buatan perusahaan bioteknologi asal Denmark, Bavarian Nordic.

"Komisi Eropa telah memberi izin pemasaran Imvanex sebagai vaksin untuk wabah cacar monyet. Persetujuan itu berlaku di semua negara anggota Uni Eropa serta di Islandia, Liechtenstein, dan Norwegia," ujar Bavarian Nordic dalam sebuah penyataan, dikutip dari thesundaily.

Sejak 2013, Imvanex sebenarnya telah disetujui oleh Komisi Eropa hanya untuk pencegahan penyakit cacar. Namun, kini vaksin tersebut juga diizinkan untuk mencegah wabah cacar monyet.

Izin tersebut dikeluarkan setelah European Medicines Agency (EMA) merekomendasikan vaksin Imvanex untuk penanganan wabah cacar monyet di Benua Biru.

Gejala pertama cacar monyet adalah demam, sakit kepala, nyeri otot dan sakit punggung selama lima hari. Kemudian ruam muncul di wajah, telapak tangan dan telapak kaki, diikuti dengan luka, bintik-bintik dan akhirnya menimbulkan koreng.

Baca Juga: Cegah Cacar Monyet, Uni Eropa Setujui Penggunaan Vaksin Imvanex
Peringatan WHO: Cacar Monyet Menyebar dengan Cepat

Lonjakan infeksi cacar monyet telah dilaporkan sejak awal Mei di luar negara-negara Afrika Barat dan Tengah di mana penyakit itu telah lama mewabah.

Sebelumnya, WHO telah menetapkan wabah cacar monyet sebagai darurat kesehatan global atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) pada Sabtu (23/7/2022) lalu. WHO sudah mengonfirmasi setidaknya 16 ribu kasus penyakit tersebut di lebih dari 75 negara.

Video Terkait