Hendak Berlibur, Turis di Beihai Cina Justru Terdampak Lockdown

Pantai di Behai, Cina. (Foto: Wikimedia Commons)

Editor: Putri - Selasa, 19 Juli 2022 | 16:50 WIB

Sariagri - Lebih dari 2.000 turis terdampar di kota pesisir Cina, Beihai, setelah lonjakan kasus COVID-19. Pejabat di Beihai melakukan lockdown dan memerintahkan pengujian massal terhadap 1,9 juta penduduknya selama akhir pekan.

Mengutip BBC, Selasa (19/7/2022), Beihai, yang merupakan tujuan musim panas populer di wilayah Guangxi, Cina, mencatat lebih dari 450 kasus COVID-19 dalam lima hari hingga 16 Juli.

Angka tersebut termasuk rendah menurut standar internasional. Namun jumlah tersebut dianggap tinggi bagi Pemerintah Cina yang tengah memberlakukan 'nol COVID.'

Pemerintah Beihai mengatakan, wisatawan yang tidak melakukan kontak dengan siapa pun yang tertular virus atau mengunjungi daerah berisiko sedang atau tinggi, akan diizinkan meninggalkan Beihai jika menunjukkan tes COVID-19 dengan hasil negatif.

Sisanya harus tinggal dan dikarantina, kata para pejabat pada konferensi pers. Seorang turis yang sedang berlibur di Beihai mengungkapkan kekesalannya dalam komentar di platform media sosial Douyin.

Baca Juga: Hendak Berlibur, Turis di Beihai Cina Justru Terdampak Lockdown
Rupiah Selasa Ini Berpotensi Menguat

"Saya baru saja selesai melakukan lockdown selama 3 bulan di Shanghai. Saya baru saja datang ke Beihai untuk menghirup udara segar, apakah saya mengganggu siapa pun?" katanya.

Di tempat lain di Cina, pihak berwenang meningkatkan langkah-langkah untuk memerangi meningkatnya kasus COVID-19. Pekan lalu, angka resmi menunjukkan ekonomi Cina menyusut pada kuartal kedua tahun ini karena lockdown COVID-19 melanda perusahaan dan konsumen.

Video Terkait