WHO: Covid-19 di Jakarta Masuk Level 3

Ilustrasi Covid-19. (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 18 Juli 2022 | 12:30 WIB

Sariagri - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta menjadi level 3. Hal ini terlihat dalam laporan mengenai situasi Covid-19 di Indonesia pada 13 Juli 2022 lalu.

Berdasarkan data tersebut, DKI Jakarta mencatatkan kasus tertinggi pada 4-10 Juli 2022. Angka kejadian Covid-19 mingguan secara nasional dalam laporan tersebut tercatat sebesar 5,3 per 100 ribu penduduk.

Secara nasional, sebaran Covid-19 terkonsentrasi di Jawa-Bali, yakni 8,8 kasus per 100 ribu penduduk, dan sisanya hanya 0,4 kasus per 100 ribu penduduk di luar Jawa-Bali.

"Di level provinsi, selama 4-10 Juli, DKI Jakarta mencatat angka kejadian paling tinggi dengan 73,8 per 100 ribu populasi (diklasifikasikan sebagai level sedang penularan komunitas atau CT3)," tulis laporan tertanggal 13 Juli tersebut.

Sebanyak 33 provinsi lainnya dikategorikan level rendah transmisi komunitas atau CT1 dengan angka kejadian mingguan kurang dari 20 per 100 ribu penduduk.

Baca Juga: WHO: Covid-19 di Jakarta Masuk Level 3
Berlaku Mulai 17 Juli 2022, Ini Protokol Perjalanan Luar Negeri

"Secara umum risiko infeksi COVID-19 pada populasi umum masih tinggi," papar laporan tersebut.

Lantas seperti apa WHO mengklasifikasikan transmisi komunitas COVID-19? Dikutip dari situs resmi WHO, ada 7 kategori penularan komunitas atau community transmission (CT) berdasarkan insiden atau angka kejadian.

- Tidak ada kasus (aktif)
- Kasus impor/sporadis
- Kasus klaster
- CT1: angka kejadian rendah pada kasus lokal yang terdispersi luas terdeteksi dalam 14 hari terakhir
- CT2: angka kejadian sedang pada kasus lokal yang terdispersi luas terdeteksi dalam 14 hari terakhir
- CT3: angka kejadian tinggi pada kasus lokal yang terdispersi luas terdeteksi dalam 14 hari terakhir
- CT4: angka kejadian sangat tinggi pada kasus lokal yang terdispersi luas terdeteksi dalam 14 hari terakhir

Video Terkait