Anies Baswedan: Pemotongan Hewan Kurban di DKI Melonjak Capai 58 Ribu Ekor

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Pemprov DKI)

Editor: M Kautsar - Minggu, 10 Juli 2022 | 22:30 WIB

Sariagri - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebutkan jumlah pemotongan hewan kurban di Jakarta melonjak hingga 58 ribu ekor walaupun wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) masih melanda.

"Jumlahnya melonjak sampai 58 ribu. Padahal, biasanya 42 ribu sampai 47 ribu,” ungkap Anies pada Minggu (10/7).

Menurut Anies, hewan kurban yang masuk ke wilayah Jakarta telah melalui proses pengawasan dan pemrosesan yang sistematis. Dari total 58 ribu ekor, kata Anies, 10 ribu ekor telah dibeli orang di luar Jakarta.

"Jadi, 58 ribu itu 10 ribu lebih keluar dari Jakarta lagi. Awalnya dibawa masuk ke sini, lalu dijual di Jakarta, tapi pembelinya dari luar Jakarta, mereka cenderung membeli di Jakarta. Hal tersebut menandakan bahwa mereka mempercayai sistem checking di sini," papar Anies.

Anies berujar pengawasan hewan kurban di masa wabah PMK menjadi faktor yang menentukan dalam alasan masyarakat lebih memilih berkurban dan mendapatkan daging kurban dari Jakarta.

"Sebabnya kenapa terjadi lonjakan, selain ada demand yang meningkat, juga adanya kepercayaan kepada Jakarta terhadap pengawasan hewan kurban di masa PMK ini. Kita yakin dan monitornya kita tahu persis," ujar Anies.

Baca Juga: Anies Baswedan: Pemotongan Hewan Kurban di DKI Melonjak Capai 58 Ribu Ekor
Hari Rabies Sedunia, Anies Baswedan Beri Makan Kucing Liar



Selain itu, Anies mengungkapkan lebih banyak masyarakat memilih kambing dan domba sebagai hewan kurban daripada sapi. Dia menilai pola konsumen dalam memilih jenis hewan kurban itu menjadi suatu tanda bahwa ekonomi masyarakat semakin baik.

"Jumlah kurban kambing dan domba mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Itu menandakan bahwa masyarakat yang mampunya membeli kambing, perekonomiannya membaik juga. Kami bersyukur bahwa semakin banyak masyarakat yang siap berkurban," imbuh Anies.

Video Terkait