Ambisi Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Halal Dunia pada Tahun 2024

Logo halal Indonesia yang baru. (Foto Istimewa)

Editor: Dera - Kamis, 7 Juli 2022 | 19:10 WIB

Sariagri - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan menilai bahwa akselerasi industri halal dan pengembangan pariwisata halal menjadi pilar utama bagi pertumbuhan ekonomi nasional setelah masa pandemi.

"Akselerasi industri halal dan pengembangan pariwisata halal menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional pasca-andemi COVID-19," katanya dalam dalam kegiatan Berbagi Kebahagiaan Menuju Pengembangan Talenta & Transformasi Digital bagi Ekonomi Syariah, di Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (7/7). 

Menurutnya, MUI mempunyai peran yang cukup penting dan strategis, yakni melakukan audit produk-produk halal oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan mengeluarkan fatwa halal sesuai dengan UU No 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH).

Kemudian, lanjut dia, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menerbitkan sertifikat halal untuk diakselerasi dalam rangka pengembangan ekosistem ekonomi halal menuju pusat ekonomi halal dunia pada 2024.

"Indonesia mencita-citakan sebagai pusat ekonomi halal dunia pada tahun 2024," katanya.

Amirsyah mengemukakan terdapat lima langkah yang diperlukan untuk mendukung cita-cita itu. Pertama, mendorong tersedianya infrastruktur halal di Indonesia sesuai dengan prinsip syariah.

Kedua, mendorong terbitnya regulasi yang berpihak kepada industri dan pariwisata halal. Ketiga, mendorong kuliner halal warisan budaya bangsa Indonesia agar dapat memajukan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Keempat, mendorong terciptanya kondisi yang aman, nyaman, bersih dalam rangka memajukan industri halal di Indonesia.

Sedangkan kelima, kata  Amirsyah Tambunan, mendorong para pelaku usaha industri halal untuk meningkatkan produktivitas, termasuk melakukan ekspor-impor halal dengan negara-negara yang memiliki standar halal.

Dalam kesempatan sama, Director of Government Affairs Huawei Indonesia Yenty Joman mengatakan, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki sumber daya berlimpah untuk membangun ekonomi syariah yang inklusif, efektif dan tangguh untuk menghadapi berbagai bentuk krisis.

Baca Juga: Ambisi Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Halal Dunia pada Tahun 2024
Lalat Tentara Hitam Berpotensi Penuhi Kebutuhan Pakan Dalam Negeri



"Kami sepenuhnya mendukung ekosistem digital di Indonesia, terutama dalam rangka pemulihan ekonomi pasca-pandemi," katanya, seperti dilansir Antara. 



Video Terkait